( Peneliti Independen Lintas kitab Suci )
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pengantar
Natal (dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya bagi umat Kristen. Dalam hari ini yang jatuh pada tanggal 25 Desember, kelahiran Yesus Kristus diperingati. Meski para pakar dewasa ini sepakat bahwa Yesus kemungkinan besar sebenarnya tidak lahir pada hari ini, hari kelahirannya tetap dirayakan pada tanggal 25 Desember. Hal ini dibuktikan dengan cerita adanya para gembala yang sedang menggembalakan hewan peliharaan mereka. Pada bulan Desember - Januari, di daerah Timur Tengah, justru mengalami musim dingin, sehingga sangat tidak masuk akal untuk menggembalakan hewan pada waktu-waktu tersebut.
Dalam tradisi barat,
peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Sebagian besar tradisi Natal berasal dari tradisi pra-Kristen barat yang diadopsi ke dalam tradisi Kristiani. Selain itu, peringatan Natal dalam tradisi barat (yang kian mendunia) ditandai dengan bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta datangnya Santa Claus atau Sinterklas.
Pada negara-negara yang berbahasa Arab, hari raya ini disebut dengan Idul Milad. (Wikipedia)
Umat beragama ibarat sebuah keluarga, masing-masing keluarga mempunyai tata cara atau aturan sendiri-sendiri. Kepala keluarga melarang keluarganya untuk mengikuti tradisis keluarga lain kalau tidak sependapat. Dan tidak boleh memaksa atau mencela keluarga lain yang tidak mengikuti tata caranya.
Begitu juga dalam beragama, masing masing agama mempunyai aturan atau tradisi sendiri-sendiri.
Umat beragama apapun sebetulnya tidak boleh mencampur adukkan aturan agama sendiri dengan aturan agama lain.
Khusus dalam agama Islam, umat Islam harus memurnikan ketaatannya dalam menjalankan agama Islam, tidak boleh aturan agama Islam dicampur adukkan dengan aturan agama lain. Apalagi aturan-aturan dalam agama Islam diciptakan Allah swt pencipta langit dan bumi.
Umat Islam yang mencampur adukkan aturan agama Islam dengan aturan agama lain termasuk orang-orang yang durhaka menurut Allah swt.
Kalamullah
Qs39/11.Katakanlah: “Sesung guhnya aku diperintahkan supaya mengabdi kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. 12.Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri”. 13. Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku”.14. Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku mengabdi dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”. (ayat-ayat yang senada Qs 40:14; 39:2; 2:21; 29:65; 39:14; 98:5; 31:32; 40:65; 4:91; 10:22; 31:21; 6:82;Ul 4:2; Wah 22:18; Qs 6:15; Qs 39:2; 40:14; 39:11 )
Larangan mengikuti tradisi orang-orang Yahudi (Zionis) dan Nasrani ( Kristen )
Kalamullah :
Qs 2:120 Orang orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang pada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka, katakan “sungguh petunjuk Allah itu petunjuk ( yang benar) dan sungguh jika kamu mengikuti kehendak mereka setelah penge tahuan datang pada kamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagi kamu
Allah swt memperingatkan kepada kita agar tidak mengikuti tradisi dan kebiasaan orang-orang Nasrani yang tidak mengikuti petunjuk Allah swt. Orang-orang Nasrani yang tidak mengikuti petunjuk Allah swt adalah yang sekarang disebut “Kristen “.
Orang-orang Kristen mempunyai tradisi merayakan perayaan “Natal“. Adapun perayaan Natal adalah tradisi orang-orang Romawi yang menyembah Dewa Matahari. Dimana perayaan Natal adalah bukan ajaran Yesus dan pula bukan ajaran Kristen.
Kalau umat Islam mengikuti tradisi yang dilakukan oleh orang Kristen yaitu “Natal” maka Allah swt tidak lagi menjadi pelindung dan penolong.
Larangan mengucap salam kepada orang-orang yang tidak mengikuti ajaran Yesus dalam Injil.
2Yohanes 1:7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.8 Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumah mu dan janganlah memberi salam kepadanya. 11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatan nya yang jahat.
Menurut ayat diatas orang -orang yang tidak mengakui bahwa Yesus sebagai manusia disebut penyesat. Ini berati termasuk orang-orang yang meng anggap bahwa Yesus adalah tuhan. Disamping itu orang yang datang dengan membawa ajaran yang bukan yang diajarkan Yesus ( seperti Natal ) tidak boleh diterima masuk rumah dan tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka. Karena apabila mengucapkan salam atau selamat kepada mereka maka termasuk orang-orang yang ikut berbuat jahat.
Sejarah perayaan natal
Pada abad pertama sampai abad keempat Masehi bangsa-bangsa didunia dikuasai oleh Imperium Romawi. Kaisar Konstantin sebagai kaisar Romawi menjadi Kristen pada abad ke empat Masehi. Kaisar Konstantin menempatkan agama Kristen sejajar dengan agama Pagan yaitu agama penyembah dewa matahari yang dianut oleh sebagian besar orang-orang Romawi. Akibatnya banyak orang-orang Romawi yang masuk Kristen.
Tradisi agama Pagan dalam meraya kan kelahiran dewa-dewa pada tangal 25 Desember sulit dihapuskan. Dalam perayaan kelahiran dewa Matahari itu dilakukan dengan meriah dan pesta pora sehingga disenangi oleh rakyat. Meskipun mereka telah menjadi Kristen. Tetapi tradisi pesta tersebut tidak bisa ditinggalkan, mereka justru tetap melestarikannya. Kaisar Konstantin tetap merayakan hari kelahiran dewa Matahari tersebut kemudian disebut “ Sunday “ dan jatuh pada tanggal 25 Desember.
Alasan penetapan tanggal 25 Desember sebagai hari Natal agar sesuai dengan perayaan-perayaan orang kafir penyembah dewa matahari yang diadakan sekitar waktu musim dingin, yaitu sewaktu matahari berada titik yang paling jauh dari katulistiwa. Kemudian matahari akan kembali mendekat. Maka dirayakanlah “ kelahiran kembali matahari”.
Didalam tradisi Romawi waktu itu diadakan perayaan untuk kebaktian kepada dewa Saturnus yaitu dewa pertanian. Jadi perayaan natal diperkirakan berasal dari kepercayaan atau tradisi dari orang-orang pagan yang merayakan kelahiran dewa matahari (The Encyclopedia Ameri cana 1977 ).
Kelahiran Yesus menurut Alkitab Perjanjian Baru
Dalam Alkitab Yesus lahir bukan pada musim dingin tetapi kemungkinan musim panas, karena pada waktu itu para peng gembala domba menunggu ternaknya di pada rumput diwaktu malam.
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberita kan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tanda nya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” ( Lukas 2:6-20 ).
Kelahiran Nabi Isa as menurut Al-Qur’an
Kalamullah
Dan ceritakan Maryam di dalam Al-Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia hadir dihadapan nya dalam bentuk manusia yang serupa. Maryam berkata “sesung guhnya aku berlindung dari kamu kepada Tuhan yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”. Ia berkata “sesungguhnya aku ini hanya seorang utusan Tuhan kamu untuk memberi kamu seorang anak lelaki yang suci“. Maryam berkata “bagaimana akan ada bagi aku seorang anak lelaki, sedang aku tidak pernah disentuh seorang manusia dan aku bukan seorang tukang zinah “. Jibril berkata “ demikian “ Tuhan kamu berfirman “ hal itu adalah mudah bagi aku, dan supaya kami dapat menjadikan tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”. Maka Maryam meng andung, lalu ia memisahkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia ( bersandar ) pada pangkal pohon kurma, ia berkata “ aduhai betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak ada berguna, lagi dijadikan lupa”. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah : Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhan kamu telah menjadikan anak sungai di bawah kamu. Dan tarik pohon kurma itu ke arah kamu, niscaya pohon itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak pada kamu . Maka makan, minum dan bersenang hati kamu, jika kamu melihat seorang manusia, maka katakan “sesungguhnya aku telah nazar berpuasa untuk Tuhan yang Maha pemurah, maka aku tidak akan bicara dengan seorang manusia pada hari ini “ ( Qs <19> )
Ulasan
Menurut ayat-ayat baik dalam Alkitab dan Al-Qur’an kelahiran Yesus atau nabi Isa as :
1. Menurut Alkitab saat kelahiran Yesus gembala-gembala tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Ini menandakan bahwa waktu itu adalah bukan musim dingin tetapi musim panas.
Dalam Buku Daily Life in The Time of Yesus menyatakan, “Kawanan ternak melewati musim dingin didalam kandang, dan dari sini nyata bahwa tanggal tradisional untuk hari Natal, yaitu pada musim dingin tidak mungkin benar, karena Injil mengatakan bahwa gembala-gembala berada dipadang “ (Yew York, 1962), HenriDaniel Rops, hlm 228 .
2. Menurut Al-Qur’an Isa lahir pada saat pohon kurma berbuah dan sudah masak..
“Dan tarik pohon kurma itu ke arah kamu, niscaya pohon itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak pada kamu.
Pohon kurma berbuah dan masak pada umumnya pada musim panas.
Pengaruh dewa-dewa terhadap Hari Natal
Dewa-dewa yang disamakan kelahiran nya pada 25 Desember adalah:
1. Dewa Mitra
Dewa Mitra adalah dewa orang-orang bangsa Persia yang lahir melalui perawan Naseth. Lahir 25 Desember. Sebagai anak tuhan dan memilki dua belas murid. Dewa Mitra sebagai perantara atau juruselamat, yang mengajarkan kedamaian. Dewa Mitra mati dibunuh dan bangkit menjadi tuhan setelah dikubur tiga hari. Sebagai anak tunggal dan salah satu tiga tuhan yang akan datang lagi menjelang kiamat dan meramalkan datangnya penyelamat manusia.
Nama hari Minggu sebagai contoh bekas-bekas pemujaan dewa matahari karena nama tersebut di Eropa sama dengan hari matahari. Sunday di Inggris; Sontag di Jerman; Zondag di Belanda. Upacara pohon terang menurut para ahli sejarah merupakan upacara pemujaan dewa Mitra
2. Dewa Osiris
Dewa Osiris adalah dewa matahari bangsa Mesir, yang lahir dari perawan Demeter/Semete tanggal 27-29 Desember. Dia adalah anak tuhan yang berfungsi sebagai pembebas dan mengajarkan cinta kasih. Dia mati dibunuh oleh Typhon dan hidup kembali setelah mati 2 hari 3 malam. Dia adalah inkarnasi tuhan yang datang kedunia.
3. Dewa Baachus
Dewa Baachus adalah dewa bangsa Yunani yang lahir dari perawan Dewaki, lahir 25 Desember . Anak dewa Yupiter, sebagai pembebas atau juruselamat. Marti terbunuh dan bangkit hidup kembali. dia adalah alfa dan omega yang diharapkan datang kedunia lagi.
4. Dewa Krisna
Dewa Krisna adalah dewanya orang Hindhu yang lahir dari perawan tanggal 25 Desember. Anak dewa Wisnu. Anak dewa yang dijanjikan yang mengajarkan keadilan. Matinya disalib dan bangkit dari kematian kemudian naik surga menjadi Nirguna. Dia inkarnasi dewa Wisnu yang merupakan salah satu oknum Trimurni. yang akan datang lagi menjelang akhir zaman.
5. Budha
Budha lahir dari Hays/Mayadewa pada bulan Desember. Anak Mahasmatta. Semua pengkutnya setia kecuali satu orang yang berdosa. Dia mengajarka cinta. Setelah mati kemudian bangkit naik ke Nirwana. Inkarnasi dari Mahasmatta yang akan datang lagi menjelang akhir zaman
6. Zorozaster
Pendiri Zoroasterianisme yang lahir dari perawan pada tanggal 25 Desember, anak tuhan Akal, atau cahaya yang dijanjikan. Dia mengajar kan perdamaian. Setelah kematian bangkit menjadi tuhan dan akan datang lagi ke dunia.
(Dikutip dari Dimensi Keimanan Kristen, Pengaruh Kepercayaan Kuna dan filsafat, Pustaka Dai ).
Sejarah penetapan 1 Januari
Penguasa Romawi Julius Caesar yang mula-mula menetapkan 1 Januari sebagai hari Tahun Baru pada tahun 46 sebelum Masehi. Orang-orang Romawi membaktikan hari ini kepada dewa Yanus yaitu dewa dari gerbang-gerbang, pintu-pintu dan dewa awal mula. Bulan Januari disebut sesuai nama dewa Yanus yang mempunyai dua wajah, satu melihat kedepan dan yang satunya melihat kebelakang ( The World Book Encyclopedia 1984 )
Ulasan
Dari data diatas terbukti bahwa Natal bukan dari ajaran Yesus, tetapi ajaran yang diadopsi atau disinkritiskan dari ajaran penyembah dewa-dewa kedalam ajaran Kristen. Dengan demikian menurut Alkitab 2Yohanes 1:7-11 tidak boleh mengucapkan salam kepada mereka. Karena apabila mengucapkan salam kepada mereka termasuk orang-orang yang menyembah dewa-dewa.
Pendapat para ahli sejarah dari Barat tentang hari Natal
1. Cyclopedia dari M’ clintpck dan Strong mengatakan : “ Perayaan Hari Natal bukan suatu ketetapan ilahi, juga tidak berasal dari Perjanjian baru. Hari kelahiran Kristus tidak dapat dipastikan dari Perjanjian baru atau sesung-guhnya dari sumber lain manapun ( New York, 1871, Jil II, hlm 276 )
2. The Encyclopedia Americana memberi tahu kita, “ alasan untuk menetapkan tanggal 25 Desember sebagai Hari Natal agak kabur, tetapi biasanya dianggap bahwa hari itu dipilih agar sesuai dengan perayaan-perayaan kafir yang diadakan sekitar waktu musim dingin sewaktu matahari berada pada titik yang paling jauh dari katulistiwa. (1977 Jil III hlm 656 ).
3. The New Catholic Encyclopedia mengakui, “ Tanggal lahirnya Kristus tidak diketahui. Kitab-kitab Injil tidak mengatakan hari atau pun bulannya. Menurut hepotesa tang dinyatakan oleh H. Usener....dan diterima oleh kebanyakan sarjana dewasa ini, kelahiran Kristus ditetapkan sama dengan tanggal pada musim dingin sewaktu matahari berada paling jauh dari katulistiwa ( 25 Desember dalam kalender Yulian, 6 Januari dalam kalender Mesir ). Karena pada hari tersebut, pada waktu matahari mulai perjalannya kembali kesebelah utara, orang-orang kafir yang menyembah Mitra merayakan dies natalis Solis Invicti ( hari lahir matahari yang tidak terkalahkan). Pada tanggal 25 Desember 274 Aurelian telah menyatakan dewa matahari sebagai pelindung utama dari kekaisaran dan membaktikan sebuah kuil kepadanya dalam kampus Martius. Hari natal berasal dari suatu waktu ketika pemujaan matahari kuat sekali di Roma. (1967 Jil III hlm 656).
Sumber dari :
Bertukar pikiran mengenai ayat-ayat Alkitab, Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.
Kesimpulan
Berdasarkan data-data diatas dapat disimpulkan sbb :
1. Berdasarkan Alkitab (Perjanjian baru) kelahiran Yesus bukan pada musim dingin tetapi musim panas. Sedangkan tanggal 25 Desember adalah musin dingin.
2. Berdasarkan Al-Qur’an bahwa kelahiran Isa as pada saat buah kurma masak, ini berarti bukan musim dingin tetapi musim panas.
3. Berdasarkan pendapat para ahli sejarah dari Barat bahwa penetapan tanggal, hari natal disesuaikan dengan hari kelahiran matahari yang dilakukan oleh orang kafir.
Dengan demikian ajaran perayaan hari natal Yesus bukan dari ajaran Yesus, bukan dari ajaran Kristen (Paulus) tetapi mengadopsi tradisi orang-orang Romawi yang menyembah dewa matahari.
Menurut Alkitab 2Yohanes 1:7-11
1. Orang yang tidak mengakui bahwa Yesus datang sebagai manusia adalah penyesat.
2. Orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah.
3. Orang yang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran Yesus , janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, akan mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
Mereka ( Kristen ) tidak mengenal Allah yang sebenarnya
Qs 22:74 Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar benar nya, sesungguhnya Allahbenar benar Maha Kuat lagi Maha perkasa <22>
Fatwa Majelis Ulama tanggal 7 Maret 1981
1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati nabi Isa as, akan tetapi Natal tidak dapat dipisahkan dengan upacara peribadatan bagi umat Kristiani
2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi umat Islam hukumnya haram
3. Agar umat Islam tidak terjerumus kepada shyubhat dan larangan Allah swt diajurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan perayaan natal.
Ucapan selamat di Barat
Ucapan-ucapan orang Eropa dan Amerika sebagai benua yang mayoritas beragama Kristen:
1. Dalam Natal mereka tidak mengucap Selamat Natal tetapi mereka mengucapkan “Merry Christmas” yang artinya bersukaria dalam Natal .
2. Dalam tahun baru mereka tidak mengucap Selamat Tahun Baru, tetapi mereka mengucap Happy New Year yang maksudnya berbahagia menyambut Tahun baru.
3. Dalam ulang tahun mereka tidak mengucap selamat ulang tahun tetapi mereka mengucap Happy Birth Day yang artinya berbahagia dalam ulang tahun kelahirannya.
4. Dalam sehari-hari mereka tidak mengucap selamat pagi tetapi mereka mengucap good morning yang artinya pagi yang baik.
Ulasan
Ucapan dengan kata ‘selamat’ artinya Islam merupakan doa terhadap orang yang diberi ucapan agar selamat dari azab Allah swt. Adapun ucapan selamat ini seharusnnya disampaikan kepada orang-orang yang taat mengikuti perintah Allah dan Rasul Nya. Ini berlaku sejak zaman para nabi baik nabi Adam as Ibrahim as, Musa as, Isa as maupun Muhammad saw.
Tetapi ucapan selamat untuk orang-orang yang tidak mengikuti ajaran para nabi tidak layak disampaikan termasuk kepada orang-orang Kristen. Karena orang-orang Kristen tidak mengikuti ajaran Nabi Isa as atau Yesus tetapi mengikuti ajarannya Paulus.
Apalagi terhadap Perayaan Natal, seperti diatas telah di sampaikan bahwa perayaan Natal adalah pengambil alihan perayaan penyem bahan Dewa Matahari yang di kemas dengan kelahiran Yesus, ini jelas bukan ajaran Yesus dan juga bukan ajaran Paulus, tetapi orang-orang Kristen melestarikan tradisinya orang-orang Romawi yang beragama “ pagan “
Oleh karena itu sikap umat Islam terhadap masalah ini harus bijaksana. Agar tidak menyinggung perasaan orang-orang Kristen tetapi juga tidak merusak aqidah Islamiyah maka ada baiknya ucapokan saja dalam bahasa aslinya yaitu; Merry Christmas ; Happy New Year; Happy Birth Day ; good morning.
Ucapan Idul Fitri oleh umat Kristen.
Dalam Idul Fitri b anyak umat Islam diberi ucapan oleh umat Kristen dengan : Minal ‘aidzin wal fa idzin yang mereka maksudkan adalah mohon maaf lahir dan batin. Penterjemahan minal ‘aidzin wal fa idzin tersebut salah karena arti minal ‘aidzin wal fa idzin secara garis besar adalah semoga kita mendapat kemenangan dalam menahan hawa nafsu dan menahan makan dan minum disiang hari dan semoga kita kembali ke fitrah atau suci kembali.
Kalau kita diberi ucapan oleh orang Kristen seperti itu sebaiknya kita menjelaskan kepada mereka dengan bijaksana arti Minal ‘aidzin wal fa idzin. Setelah itu kita cukup mengucapkan terima kasih.
Juga kalau mereka memberi salam kepada kita dengan ucapan assalamu ‘alaikum warah matullahi wa bara kaatuh, biar mereka senang dan memahami cukup dengan ucapan terima kasih. Sebab kalau kita balas dengan ucapan dalam bahasa Arab mereka tidak mengerti artinya dan juga yang mengucapkan tidak mengerti artinya.
Umat Islam mempunjai tradisi halal bi balal. Halal artinya boleh, bi artinya dengan. Halal bi halal artinya boleh dengan boleh, ini artinya ucapan Minal ‘aidzin wal fa idzin hanya boleh diucapkan oleh orang-orang Islam yang sama-sama berpuasa di bulan ramadhan.
Penutup
Didalam Al-Qur’an Qs 2:120 umat Islam dilarang mengikuti tradisi orang- orang Yahudi dan Kristen. Kalau umat Islam tetap mengikuti tradisi orang-orang Yahudi dan Kristen Allah menolak untuk menjadi pelindung dan penolong.
Didalam Bibel sendiri orang-orang Nasrani (asli) dilarang mengucap kan salam kepada orang-orang yang tidak mengikuti ajaran Yesus ( seperti Natal ). Sementara ajaran Kristen pun bukan ajaran Yesus tetapi ajaran Paulus. Dan Hari Natal bukan juga ajaran Yesus dan bukan ajaran Kristen.
Dengan demikian sudah cukup jelas dan bisa diketahui bahwa bagi umat Islam , bagaimana harus bersikap dengan tidak menyinggung perasaan orang lain.
IMAN ISLAM LEBIH BERHARGA DARI PADA HARTA DISISI ALLAH
0 komentar:
Posting Komentar